Presiden Pimpin Rapat Kerja Pemerintah tentang Evaluasi Kerja Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wapres Boediono, Jumat (23/12) pukul 09.00 WIB, memimpin retreat atau rapat kerja pemerintah di Ruang Garuda, Istana Bogor. Rapat kerja ini mengagendakan evaluasi kinerja pemerintah secara objektif dan efektif, serta bersama melakukan koreksi untuk meningkatkan kinerja guna meningkatkan prestasi. "Dalam kaitan itu, ada beberapa hal yang patut dibicarakan dengan baik agar kita bisa bertukar pikiran, menyatukan tekad dan langkah kita untuk sekali lagi meraih prestasi yang lebih baik," kata Presiden SBY di awal arahannya. Hal pertama yaitu pekerjaan yang belum tuntas diselesaikan yang mungkin dikarenakan masalah tersebut memang kompleks dan diperlukan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya. "Sebagian saya nilai cara-cara yang ditempuh untuk menyelesaikan kurang efektif sehingga tidak tuntas. Terhadap hal itu tentu harus diprioritaskan tahun depan," SBY menjelaskan. Menurut SBY, isu tersebut ada di bidang polhukam, perekonomian dan kesra. "Saya juga menilai ada sejumlah isu yang menurut saya putus-putus dalam penyelesaian dan akhirnya tidak bagus, belum tuntas," tambahnya. Hal kedua yaitu apa yang diprioritaskan tahun depan dengan tetap mempertimbangkan situasi global, regional dan nasional. Meskipun bukan berati yang tidak diprioritaskan itu tidak penting. Ketiga adalah membahas sejumlah isu sensitif dan mencari solusi untuk menyelesaikan isu-isu lainnya. "Saya ingin bersama kita rumuskan cara yang baik untuk meningkatkan prestasi kita," ujar Kepala Negara. "Satu tahun tidak lama. Tapi kalau diisi dengan baik, hampir pasti hasilnya akan nyata," tandasnya. Terlihat hadir dalam rapat ini para menteri KIB II diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Meneg BUMN Dahlan Iskan, Meneg LH Bertz Kambuaya, Menpar dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono, dan Seskab Dipo Alam. Hadir pula Gubernur BI Darmin Nasution.
|