Forum Diskusi Kamnas

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini92
mod_vvisit_counterKemarin126
mod_vvisit_counterMinggu Ini1246
mod_vvisit_counterBulan Ini3584
mod_vvisit_counterTotal123118

MP3EI Harus Dapat Memperbaiki Sistem Logistik Nasional

Presiden RIJakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, Selasa (13/12) pukul 14.00 WIB, menggelar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden. Sidang membahas bidang ekonomi, khususnya implementasi dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terutama untuk mengatasi hambatan atau bottlenecking dan upaya untuk meningkatkan sistem logistik nasional yang efisien dan lebih baik.

Dalam pengantarnya, Presiden mengimbau agar implementasi MP3EI dapat dipastikan berjalan sesuai rencana, mulai membuat logistik, dan makin efisien. Menurut SBY, bukanlah rahasia harga-harga komoditi mahal khususnya di bagian timur Indonesia.

"Dulu, katanya, lebih murah membeli komoditas dari negara sahabat daripada negara sendiri. Ini tidak boleh terjadi," kata SBY. "Kalau ada perbedaan karena ongkos itu rasional, bukannya karena hal-hal lain," Presiden menambahkan.

Kepala Negara juga kembali menekankan untuk memastikan sasaran MP3EI mengarah kepada tidak hanya pertumbuhan ekonomi di wilayah tapi juga dapat memperbaiki sistem logistik nasional kita. "Itu yang akan kita tuju dan lakukan," ujar SBY.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa MP3EI merupakan proyek besar yang apabila dijalankan dengan baik, maka manfaatnya akan besar bagi perkembangan Indonesia kedepannya. Alokasi anggarannya juga sudah diatur.

"MP3EI itu proyek besar, kalau bisa dijalankan dengan baik manfaatnya akan besar. Jangan ragu tentang itu," kata Presiden. "Kita sudah mengalokasi berapa yang harus dikeluarkan pemerintah, berapa yang dikontribusikan BUMN, dan berapa biaya yang dikeluarkan pihak swasta," tambahnya.

Selain itu, Kepala Negara juga kembali mengingatkan bahwa dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan, harus tetap memperhatikan kondisi perekonomian global, kawasan serta domestik. Sehingga hasilnya nantinya akan sesuai dengan yang diharapkan. Ditambah lagi dengan kondisi perekonomian Eropa yang belum ada kepastian.

"Tetaplah berjaga-jaga dan lakukan antisipasi dan respon kebijakan (policy responses) yang disiapkan mengingat situasi ekonomi dunia saat ini," SBY menegaskan.

Hadir dalam sidang kali ini, diantaranya, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menpar dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Gubernur BI Darmin Nasution, dan Ketua KEN Chairul Tanjung.